Perselisihan Hubungan Industrial dan Cara Penyelesaiannya Oleh : Shanty Hermawati

PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL 

DAN CARA PENYELESAIANNYA

Oleh : Shanty Hermawati

        Pembangunan perekonomian bangsa Indonesia sangat saat ini merupakan salah satu dampak dari perkembangan industrial di Indonesia. Disisi lain bangsa Indonesia juga menerapkan proses demokratisasi dan transparansi dalam proses menuju masyarakat adil dan makmur yang merata, materiil dan sepiritual serta guna peningkatan kesejahteraan dan harkat martabat manusia, yang berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945. Dari Pembangunan industrial tersebut juga tidak terlepas dari permasalahan tenaga kerja yang menimbulkan konflikkonflik pada buruh, seperti kasus konflik perburuhan, kekerasan, penipuan, upah tidak sesuai standar pemecatan yang semena-mena, semakin hari semakin kompleks. Kasus tersebut penting mendapatkan perspektif perlindungan hak-hak asasi tenaga kerja dalam Undang-Undang yang tegas memberikan perlindungan bagi hak-hak tenaga kerja.

        Perbedaan pendapat atau pandangan maupun pengertian antar pihak pekerja dan pengusaha terhadap hubungan kerja, syarat-syarat kerja dan kondisi kerja, akan menimbulkan Perselisihan Hubungan Industrial, bahkan sampai akhirnya terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

        Memahami tentang Hubungan Industrial yang dimana akan membahas pula mengenai ketenagakerjaan serta bagaimana peran pemerintah diantara hak dan kewajiban antara perusahaan dan buruh/serikat pekerja. Dimana menurut UU No.13/2003 tentang ketenagakerjaan pasal 1 angka 16, Hubungan Industrial adalah suatu sistem hubungan yang terbentuk antara para pelaku dalam proses produksi barang dan/atau jasa yang terdiri dari unsur pengusaha, pekerja/buruh, dan pemerintah yang didasarkan pada nilai nilai Pancasila dan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Hal yang paling mendasar dalam Konsep Hubungan Industrial adalah Kemitra-sejajaran antara Pekerja dan Pengusaha yang keduanya mempunyai kepentingan yang sama, yaitu bersama-sama ingin meningkatkan taraf hidup dan mengembangkan perusahaan.Disamping itu masyarakat juga mempunyai kepentingan, baik sebagai pemasok faktor produksi yaitu barang dan jasa kebutuhan perusahaan, maupun sebagai masyarakat konsumen atau pengguna hasil-hasil perusahaan tersebut. Pemerintah juga mempunyai kepentingan langsung dan tidak langsung atas pertumbuhan perusahaan, antara lain sebagai sumber penerimaan pajak. Jadi hubungan industrial adalah hubungan antara semua pihak yang berkepentingan tersebut. Dalam pengertian sempit, hubungan industrial diartikan sebagai hubungan antara manajemen dan pekerja atau Management-Employees Relationship. klik untuk melihat selanjutnya….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Apa yang bisa ARWANA bantu?