Pemeriksaan Setempat Di Pengadilan Agama | Oleh. Dr. Drs. H. Dalih Effendy, SH. MESy.

PENDAHULUAN

Pada umumnya, Hakim di dalam memeriksa perkara yang di dalamnya terdapat harta, seperti perkara warisan, harta bersama, ekonomi syari’ah dan sebagainya perlu melakukan sidang pemeriksaan setempat. Sidang Pemeriksaan Setempat (PS) dilakukan oleh Majlis Hakim setelah pemeriksaan perkara telah sampai pada tahap pembuktian, bisa dilakukan dalam bentuk majlis ataupun hakim tunggal dengan dibantu oleh seorang panitera pengganti. Dengan dilakukan sidang pemeriksaan setempat diharapkan objek sengketa memiliki kejelasan tentang letak, luas, batas-batas dan kondisi lainnya atas objek tersebut. Di dalam praktek penerapan pemeriksaan setempat bagi para Hakim di Pengadilan Agama masih banyak terdapat perbedaan antara lain: Siapa saja yang harus melaksanakan pemeriksaan setempat? Apakah Pemeriksaan setempat harus didahulukan dengan Putusan Sela ? Siapa yang harus membayar biaya pemeriksaan setempat ? dan bagaimana penggunaan hasil pemeriksaan setempat dalam pengambilan putusan ?. Tulisan ini mencoba untuk memberi penjelasan seputar sidang pemeriksaan setempat atau descente.

PEMBAHASAN

  1. 1.Pengertian Pemeriksaan Setempat

Pemeriksaan Setempat (descente) atau dalam bahasa Belanda disebut Gerechtelijke Plaatsopneming ialah pemeriksaan mengenai perkara oleh Hakim karena jabatannya yang dilakukan di luar gedung tempat kedudukan pengadilan, agar Hakim dengan melihat sendiri memperoleh gambaran atau keterangan yang memberi kepastian tentang peristiwa-peristiwa yang menjadi sengketa.[1] Berdasarkan pengertian tersebut, bahwa pada dasarnya pemeriksaan setempat itu adalah pemeriksaan perkara dalam persidangan, namun demikian pemeriksaan perkara tersebut dilaksanakan di luar gedung Pengadilan di tempat objek sengketa itu berada. Pada umumnya yang diperiksa adalah objek berupa tanah, bangunan, kendaraan, dan sebagainya, yang disengketakan dalam suatu perkara.

Klik Untuk Baca Lebih Lengkap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Apa yang bisa ARWANA bantu?