Mengintip Rahasia ZI ala PA Ketapang dalam Acara Pendampingan ZI menuju WBK/WBBM oleh PTA Pontianak

Kamis (18/02/2021), Hakim dan Pegawai PA Sungai Raya mengikuti pendampingan pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK/WBBM) oleh PTA Pontianak. Pendampingan tersebut dilaksanakan secara virtual bersama-sama dengan PA se-Kalimantan Barat.

Acara dibuka pada pukul 14.30 WIB oleh H. Nursani, S.H., Sekretaris PTA Pontianak. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan tips dan trik ZI ala PA Ketapang oleh H. Moh. Muhibuddin, S.Ag., S.H., M.Si., pimpinan satker PA satu-satunya di Kalimantan Barat yang memperoleh ZI Tahun 2020.

H. Moh. Muhibuddin, S.Ag., S.H., M.Si. menyampaikan bahwa kerja ZI di PA Ketapang menanamkan 2 (dua) hal. Pertama, “Kita Pasti Bisa”. Artinya sebanyak apapun pekerjaan yang ada apabila dikerjakan bersama-sama pasti bisa diselesaikan dengan baik. Namun, sebaliknya jika banyak pekerjaan dikerjakan sendiri/orang-orang tertentu saja maka hasilnya akan berantakan. Kedua, “Bersama Allah Kita Pasti Bisa”. Sejak awal PA Ketapang melaksanakan ZI dengan tanpa beban. Dalam mindset mereka, kerja-kerja ZI yang dilakukan tidak harus berhasil (mendapat predikat ZI dari Kemenpan RB) sehingga semua bisa senang menjalaninya. KPA Ketapang mengatakan bahwa mereka tidak berorientasi kepada hasil, melainkan proses. Besarnya pengorbanan yang dilakukan bukan untuk mendapatkan predikat saja, namun semata-mata untuk menciptakan proses yang baik.

Kita mengetahui bahwa usaha lahiriah tidak akan berarti apa-apa jika tidak dibarengi dengan do’a. Bapak Muhibuddin menggunakan konsep tersebut dalam kerja ZI dengan menuturkan bahwa untuk mendapatkan predikat ZI maka satuan kerja harus kerja lahir/fisik dan kerja batin/ruhani. Setelah seluruh aparatur PA Ketapanag bekerja keras melaksanakan ZI, selanjutnya langkah tersebut senantiasa mereka iringi dengan berdo’a kepada Allah SWT siang dan malam serta memperbanyak shadaqah. Hasilnya kita bertawakal kepada Allah SWT. “Ya jika tidak berhasil mendapat predikat ZI, maka kami ucapkan Alhamdulillahi ‘ala kulli haal. Jika berhasil kami ucapkan Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmushshalihaat” kata Bapak Muhibuddin penuh hikmah. Hasilnya, PA Ketapang menjadi salah satu dari 27 satuan kerja di badan peradilan agama yang mendapat predikat ZI menuju WBK/WBBM dari Kemenpan RB.

Acara dilanjutkan dengan pembinaan pembangunan ZI menuju WBK/WBBM dari Ketua Tim ZI menuju WBK/WBBM PTA Pontianak yakni Bapak Dr. Drs. H. Muh. Abduh Sulaeman, S.H., M.H. yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PTA Pontianak. Dalam kesempatan ini, Bapak Dr. Drs. H. Muh. Abduh Sulaeman, S.H., M.H. memberikan motivasi kepada seluruh PA se-Kalimantan Barat untuk mewujudkan Zona Integritas pada satuan kerja masing-masing. Beliau menyampaikan hal pertama yang harus dilakukan dalam membangun ZI menuju WBK/WBBM adalah perubahan mindset/pola pikir seluruh aparatur peradilan. Bapak WKPTA Pontianak ini mengingatkan bahwa ZI bukanlah kerja insidentil/dadakan, melainkan kerja yang berkesinambungan dan menjadi rutinitas pada lingkungan kerja.

Dr. Drs. H. Muh. Abduh Sulaeman, S.H., M.H. memaparkan bahwa terdapat 3 hal yang harus diperhatikan dalam penilaian ZI menuju WBK/WBBM, yakni: 1.) Keterpenuhan tiap indikator pada setiap area; 2.) Kualitas keterpenuhan tersebut; 3.) Implementasinya. Selanjutnya, beliau memberikan arahan terkait banyak hal salah satunya untuk melakukan SKM dan adanya evaluasi dari kegiatan tersebut. Komponen mana yang paling rendah harus ditindaklanjuti dengan melakukan perbaikan.

Acara pendampingan ZI menuju WBK/WBBM rampung pada pukul 16.00 WIB. Di akhir sesi, Bapak Sekretaris PTA Pontianak memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada satker PA se-Kalimantan Barat yang telah bekerja keras mewujudkan ZI menuju WBK/WBBM. Kegiatan zoom meeting pendampingan pembangunan ZI menuju WBK/WBBM tersebut diakhiri dengan yel-yel yang dipandu oleh H. Nursani, S.H. dan diikuti oleh seluruh peserta. (SF)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Apa yang bisa kami bantu?