Pelaksanaan Itsbat Nikah Terpadu Ke-4 di Desa Sungai Enau, Ketua PA Sungai Raya Memberikan Sosialisasi kepada Masyarakat Pencari Keadilan

Kamis, 05 November 2020, Pengadilan Agama Sungai Raya kembali mengadakan pelayanan Itsbat Nikah Terpadu di Desa Sungai Enau, Kecamatan Kuala Mandor B. Sebagaimana pelaksanaan itsbat nikah terpadu sebelumnya, 5 hakim Pengadilan Agama Sungai Raya telah menyelesaikan 39 perkara permohonan Isbat Nikah dengan 37 perkara dikabulkan dan 2 perkara gugur. Meskipun tidak 100% perkara Itsbat Nikah Terpadu di Desa Sungai Enau dikabulkan, namun pelaksanaan Itsbat Nikah Terpadu tersebut dapat berjalan dengan lancar tanpa ada suatu halangan apapun.

Pada pelaksanaan Itsbat Nikah Terpadu kali ini, Ketua Pengadilan Agama Sungai Raya, H.M Kusen Raharjo, S.H.I., M.A menyampaikan bahwa dikarenakan wilayah Kabupaten Kubu Raya sangat luas, maka diharapkan kepada masyarakat pencari keadilan yang berada jauh dari Pengadilan Agama Sungai Raya untuk memanfaatkan teknologi informasi yang telah tersedia baik melalui website atau social media Pengadilan Agama Sungai Raya untuk mencari informasi sebelum ke Pengadilan Agama Sungai Raya. Hal ini bertujuan untuk menghemat waktu, sehingga masyarakat para pencari keadilan tidak lagi bolak balik karena ada persyaratan yang kurang ketika ke Pengadilan Agama Sungai Raya.
Beliau juga menyampaikan bahwa seperti halnya Kantor Pemerintahan Daerah Kabupaten Kubu Raya, Pengadilan Agama Sungai Raya juga telah memiliki Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), yang telah terintegrasi satu sama lain, sehingga pelayanan terhadap masyarakat dapat menjadi lebih efektif dan efisien tanpa melalui proses birokrasi yang berbelit-belit.

Pada bulan November ini juga, Pengadilan Agama Sungai Raya akan melaksanakan pelayanan Itsbat Nikah Terpadu yang terakhir di tahun 2020 yang Insya Allah akan dilaksanakan di Desa Madu Sari, Kecamatan Sungai Raya. Harapannya dengan adanya pelayanan Itsbat Nikah Terpadu ini tidak hanya memberikan status hukum kepada masyarakat tidak mampu, tetapi juga sebagai sarana sosialisasi kepada masyarakat agar melakukan pernikahan yang tidak hanya sah secara agama tetapi juga sah secara hukum dengan mencatatkannya di KUA setempat. (Red: Nisa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?