PA Sungai Raya Melaporkan Perkembangan Pelaksanaan Pembangunan ZI Di Hadapan Ketua PTA Pontianak

Minggu pertama bulan Ramadhan ini dan masih dalam masa penanggulangan wabah COVID-19, Pengadilan Tinggi Agama Pontianak memanfaatkan waktu untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan Zona Integritas pada Pengadilan Agama yang berada di wilayah hukumnya.

Kegiatan yang berlangsung secara virtual meeting tersebut dilaksanakan pada Rabu, (30/4/2020) siang dengan menghadirkan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Pontianak dan Hakim Tinggi Dr H. Amam Fakhrur S.H., M.H. sebagai narasumber.

Dalam sambutan singkatnya Ketua Pengadilan Tinggi Agama Pontianak mengatakan kebanggaannya melihat hasil dari penilaian mandiri yang kemarin, walaupun masih ada Pengadilan Agama yang nilainya berada dibawah standar, tetapi untuk Pengadilan Agama yang diusulkan sudah berada di atas 90 kecuali Pengadilan Agama Ketapang.

Beliau akan lebih bangga lagi kalau nilai tersebut sudah dilakukan evaluasi secara berkala oleh tim evaluasi.

“Jadi harus dievaluasi, jangan sampai ini hanya keinginan saja untuk nilai tinggi akan tetapi evidennya itu memang layak untuk dapat nilai tinggi” tegasnya.

Meski begitu walaupun evidennya bagus dan nilai LKE tinggi, beliau tidak berharap ketika ada tim penilai yang turun ingin melihat secara langsung, ternyata ada jurang perbedaan antara eviden dengan realitas.

Beliau mencontohkan beberapa satker yang tidak mendapatkan predikat WBK karena ketika evidennya dilihat sangat bagus tetapi sebenarnya realita pelayanan yang ada disatker itu jauh dari kenyataan.

Supaya terkoordinasi secara baik, maka nanti akan ada tim pendamping dari Pengadilan Tinggi Agama Pontianak untuk mencari langkah-langkah seperti apa yang harus dipersiapkan dan dilakukan.

Sementara itu Hakim Tinggi Dr H. Amam Fakhrur S.H., M.H., memberikan gambaran terkait kiat sukses dalam meraih WBK.

Mantan KPA Surabaya ini mengatakan sebagai langkah awal dari pembangunan Zona Integritas, Pengadilan Agama harus mampu menyediakan eviden secara baik. Eviden yang baik adalah eviden yang telah dilakukan telaah secara berkala dan rutin sehingga tidak ada eviden yang sudah kadaluarsa dan belum diperbaiki.

Berikutnya adalah SDM, dalam hal ini Pimpinan dan petugas PTSP.

Pimpinan harus menguasai seluruh manajemen perkantoran. Hal kecil menurutnya misalkan saja istilah-istilah seperti SIKEP, SAKIP ataupun IKU.

Lalu untuk Petugas PTSP harus paham akan tugasnya masing-masing sesuai SOP.

Pengadilan Agama Sungai Raya yang ikut dalam rapat tersebut, melalui Ketua Tim Pembangunan Zona Integritas Mawardi, S.H.I., M.H.I. menyampaikan sejauh mana perkembangan pelaksanaan pembangunan Zona Integritas.

Menurutnya Pengadilan Agama Sungai Raya walaupun tidak masuk dalam usulan namun tetap menjalankan program pembangunan Zona Integritas.

Dalam laporan kinerja triwulan I tahun 2020, nilai pembangunan Zona Integritas Pengadilan Agama Sungai Raya mengalami peningkatan dari laporan triwulan IV tahun 2019. (Roni)

One thought on “PA Sungai Raya Melaporkan Perkembangan Pelaksanaan Pembangunan ZI Di Hadapan Ketua PTA Pontianak

  • 30 April 2020 at 5:12 PM
    Permalink

    Mantap lanjutkan… moga kita tahun depan lengkap syarat sehingga bisa d usulkan utk Penilaian ZI

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hubungi Kami